Hey guys, i wanna ask you something if you don't mind. Do you know how long is forever?
Ketika seseorang mengatakan "selamanya" apakah orang itu tahu bahwa ia akan mencapai waktu tersebut?
Terkadang gue mengalami perdebatan kecil di kepala gue mengenai tempo waktu "selamanya". Apakah "selamanya" adalah waktu yang akan dirasakan sampai bumi berhenti berputar atau hanya sampai salah satu dari kita memutuskan untuk berpisah dan mengucapkan "selamat tinggal". Who knows, right?
"I will love you forever."
"We're gonna be together forever."
So how long is forever?
Sadarkah kalian kalo "selamanya" bisa menjadi sangat lama atau bahkan sangat sebentar. Serta tahukah kalian bahwa terkadang jika ada seseorang yang mengatakan "selamanya" itu adalah untrue or lie.
Why? Because someone said that to me a long time ago, and he turned out to be lying.
"Cause i was there when you said forever and always... You didn't mean it baby."
- Forever and Always by Taylor Swift
But how about me? What if i'm the one who wants to say "forever" to a person?
Perhaps, there aren't many of you know the real of me. Lemme tell you then. I'm not an easy person. I can't trust people easily, i can't tell you about my life unless i want to, i can't fall in love easily, it all takes time for me. I'm the introvert one.
But what if this introvert person is very open to someone whom she knows only for a while?
If i open up to someone, that means he's special.
Seperti apa yang sudah gue jelaskan diatas, "selamanya" bisa sangat terasa sebentar. In less than 8 months, i feel like i've known him for all my life. Atau setidaknya gue menyimpulkan sendiri kalo gue udah tau dia selama itu. Dan sebenernya satu hal yang gue ingin adalah dia bisa mengizinkan gue untuk mengenal dia untuk selamanya. Bukan mengenal hanya sekedar 'tahu nama' tapi mengenal dia untuk dirinya.
Bingung ya? Yah, payah nih kalian wkwk. Whoops, just kidding!
Gue ingin mengenal dia tanpa pernah putus ingatan tentang masa masa yang pernah kita lewati, sekalipun nanti masa-masa itu bisa saja hanya akan menjadi kenangan ketika dunia tidak menakdirkan kita untuk menempuh waktu "selamanya" itu. Gue ingin mengenal dia seperti keluarga, because family is where you come home everyday.
DUARRR! Scary, isn't it?
Bagaimana seseorang datang di hidupmu dan mengubah seluruh sudut pandang pemikiranmu?
How can his pretty little mind make you want him to stay forever in your life?
Bukankah ini menyeramkan seperti lo tetanggaan sama Annabelle lalu kalian main jelangkung bersama dan arwah kalian terjebak di alam sana sampai lo gak bisa kembali dan akhirnya memutuskan untuk nikah dengan siluman serigala, lahirlah seorang tuyul. (mulai gak jelas)
But however,
Intinya, dalam kehidupan kita gak pernah tahu apa yang ada di depan kita. Dan satu hal yang baru saja gue sadari, kita gak bisa memastikan "selamanya" adalah kurun waktu yang kita inginkan.
Maybe today, me and him seem inseparable, we seem to be in love with each other, i happen to be in love with him unexpectedly but we never know if tomorrow love still exist between us.
Because love is a strong word, a strong feeling. Karena kekuatannya, ia mampu melemahkan segala logika yang pernah ada.
Mungkin sampai detik ini, gue pun masih belum mengerti berapa lama itu "selamanya". Seperti yang selalu orang bilang "cantik itu relatif" disini gue pun akan bilang "selamanya itu relatif". Relatif pada kita yang berusaha untuk bertahan dengan dia.
If love is forever, then love lasts if we hold on.
Much love,
R.A
Sunday, February 22, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment