Saturday, January 26, 2013

Guilty Pleasure

WAZZA BLOGIEEEEE!!!!!
Fiuh, what a busy week i had! Glad it's all passed now...well, not all, i still have some shit school assignments.
Sorry karena gue gak nepatin janji untuk nge-post lagi secepatnya.. yah karena some shit itu jadi waktu gue tersita. Tapi untuk sekarang di malam minggu, bisalah nyuri waktu sedikit ;)
As i told you before, i would tell you a story so here we go...

Suatu hari di malam minggu yang gue lupa tanggalnya, gue sedang berada di perjalanan pulang dari Depok ke Tangerang. Waktu masih menunjukkan pukul 9 atau lebih, tapi gue udah tertidur di mobil saat itu. Sesampainya di Jalan Raya Serang, gue membuka mata dan terbangun. Lalu tepat disaat gue bangun dari tidur gue, terdengar lagu ini di radio...


Bagaimana mestinya membuatmu jatuh hati kepadaku
Tlah ku tuliskan sejuta puisi
Meyakinkanmu membalas cintaku...

......WTF! Why are the lyrics like this? Why this song is just like my situation?

Haruskah ku mati karenamu
Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu

Entah kenapa, kalimat ini "terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu" is my most favorite sentence of this song. Bagus aja gitu tiap susunan kata per kata.

Haruskah ku relakan hidupku
Hanya demi cinta yang mungkin bisa membunuhku...
Hentikan denyut nadi jantungku

Apa ada orang yang rela mati untuk cinta?
Bukankah karakter orang seperti itu hanya di romance movie aja?
Perlahan sambil mengikuti lagu, gue membayangkan sosok orang yang dimaksud di lagu ini.

Tanpa ku tahu betapa suci hatiku
Untuk memilikimu

Bodohnya gue yang hingga sekarang belum bisa berpikir, pantaskah gue untuk menyandingkan diri disamping lo...

Adakah keikhlasan dalam palung jiwamu
mengetukmu

Bisa gak sih lo buka mata hati lo sedikit untuk gue?
Coba terima gue apa adanya...coba terima orang yang sayang sama lo

Ajarkanmu bahasa perasaan
Hingga hatimu tak lagi membeku

Your heart, your eye, your gesture is cold. It's frozen
And you won't tell me how to melt it down

Haruskah ku mati karenamu
Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu
Haruskah ku relakan hidupku
Hanya demi cinta yang mungkin membunuhku
Hentikan denyut nadi jantungku
Tanpa ku tahu betapa suci hatiku 
Untuk memilikimu

And yes, makin kesini gue makin menikmati lagu ini.
Makin kesini, gue tanpa sadar menyanyikan lagu ini.

Tiadakah ruang di hatimu untukku
Yang mungkin bisa tuk ku singgahi

It's obvious, too obvious that i really want you.

Hanya sekedar penyejuk disaat ku layu
Ku setia menantimu hingga akhir masa

End of the time... Is there really a person wait for someone he/she loves forever out there?
Entahlah, selama lamanya gue nunggu, itu selama 3 tahun.


Haruskah ku mati karenamu
Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu
Haruskah ku relakan hidupku
Hanya demi cinta yang mungkin membunuhku
Hentikan denyut nadi jantungku
Tanpa ku tahu betapa suci hatiku 
Untuk memilikimu

End of the song.

Lagunya berakhir, dan kembali iklan iklan di radio yang mengisi suasana hening di mobil.
Hening di luar, tapi di dalam kepala gue masih menyanyikan lagu tadi.

I love the song, i love the lyrics, i love the rhyme...it's just perfect.
I know it sounds odd, or you know...alay but i'm not going to give a damn.
Seminggu setelah malam itu, gue download lagu tersebut.
And trust me when i say this, gue mendengarkan lagu tersebut saat menulis post ini.

Dan sejak saat itu juga, gue mulai menyukai lagu-lagu Indonesia.
Lagu-lagu yang dulu, gue anggap gak easy listening, dan gue akui gue salah. Salah besar.
Sekarang makin lama makin bertambah koleksi lagu Indonesia gue, yang rata-rata eksis di tahun 2010 kebawah.

I don't know, until now i still can't stand 2013 Indonesian hit, though.

Dan...mungkin gue lagi bosen sama western songs yang belakangan ini ngebosenin.
But i can't deny that i still prefer western songs, and my 85% playlist are western songs.

So that's my guilty pleasure, listening to Indonesian's love songs.
Shhhhh....don't tell anyone!

*What I'm Busy For* 
Check out some pics of my Japanese Drama in class! My team played Snow White (Shirayukihime) and we got an A! Ho-ho.





I was the Queen and i hated my body on the dress! 


Xoxo.

0 comments:

Post a Comment

 

Blog Template by BloggerCandy.com